Tekan Angka Stunting di Takalar, Hengky Yasin Minta Camat dan Kapus Turun Dampingi Keluarga

oleh
Tekan Angka Stunting di Takalar, Hengky Yasin Minta Camat dan Kapus Turun Dampingi Keluarga

PANDUNEWS.co.id, Takalar – Rapat koordinasi lintas sektor dalam rangka pembinaan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting digelar di Kabupaten Takalar, Kamis (29/10/2026), di Ruang Pola Kantor Bupati Takalar.

​Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Takalar yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Takalar, Dr. H. Hengky Yasin.

​Turut hadir sebagai narasumber, Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Siti Sulfiani, serta unsur Forkopimda Kabupaten Takalar. Rapat ini diikuti oleh seluruh Camat, Kepala Puskesmas, dan Penyuluh KB se-Kabupaten Takalar.

Sumpah Pemuda ke-98

Hari Santri Nasional, Bupati dan Wakil Bupati Takalar

Hut Sulsel ke 357, Bupati dan Wakil Bupati Takalar - Pandunews

 title=

​Dalam arahannya, Dr. H. Hengky Yasin menegaskan bahwa penurunan angka stunting memerlukan sinergi kuat antarberbagai pemangku kepentingan. Gerakan Orang Tua Asuh, lanjutnya, bukan sekadar program simbolis, melainkan langkah nyata untuk mendampingi keluarga berisiko stunting secara langsung dan berkelanjutan.

​”Peran orang tua asuh sangat strategis dalam memberikan pendampingan, motivasi, dan pemantauan tumbuh kembang anak. Semangat ini harus kita jaga dan tingkatkan bersama, agar target penurunan stunting di Takalar tercapai secara optimal,” ujar Hengky Yasin.

​Dukungan Penuh BKKBN Sulsel

​Sementara itu, Siti Sulfiani dalam pemaparannya menyampaikan dukungan penuh BKKBN terhadap pelaksanaan Gerakan Orang Tua Asuh di Takalar. Ia mengajak seluruh peserta rapat untuk memastikan program ini berjalan tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan gizi anak.

​Rapat berjalan dengan diskusi aktif antarpeserta, terutama terkait strategi pendampingan di tingkat desa dan kelurahan, serta mekanisme pelaporan hasil pendampingan orang tua asuh.

​Melalui pertemuan ini, pemahaman dan komitmen seluruh pihak diharapkan semakin kokoh dalam mempercepat penurunan angka stunting di Butta Panrannuangku.