PANDUNEWS.co.id, Takalar – Pawai Santri menjadi magnet dan daya tarik utama dalam rangkaian perhelatan Festival Pondok Pesantren se-Kabupaten Takalar Tahun 2026 yang dipusatkan di Lapangan Upacara Kantor Bupati Takalar, Kamis (22/10/2026).
Pelepasan irak-irakan pawai serta pembukaan pameran potensi pondok pesantren tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, didampingi jajaran Forkopimda Takalar, Sekda Takalar Drs. Ahmad Rivai, M.Si., serta Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Takalar.
Dalam arahannya, Bupati Daeng Manye menyampaikan bahwa Festival Pondok Pesantren merupakan wujud komitmen nyata pemerintah daerah dalam memberikan ruang eksistensi, apresiasi, dan panggung bagi peran strategis dunia pesantren.
“Pawai ini bukan sekadar seremoni jalan bersama, melainkan syiar Islam sekaligus ajang mempererat tali silaturahmi antar-pondok pesantren. Santri adalah aset bangsa, benteng moral, serta penentu masa depan menuju Indonesia Emas 2045,” tegas Daeng Manye.
Rute pawai mengambil titik start di Lapangan Upacara Kantor Bupati Takalar, mengitari jalan protokol kota, dan kembali finis di lokasi utama.
Pawai diawali dengan atraksi energik dari marching band SMPN 1 Takalar, dilanjutkan barisan defile dari 17 Pondok Pesantren se-Kabupaten Takalar, yakni:
- PP Al-Fatih
- Pondok Modern Nurul Asafah Pattallassang
- PP Miftahul Ulum Sanrobone
- PP Ahlul Jannah Hidayatullah Takalar
- PP Assalam Timbuseng
- PPTQ Al-Imam Mangadu
- PP Tahfizhul Qur’an Ar-Rayyan
- PP Nahdhatul Ummah
- PP Assalamiyah Galesong
- PP Tarbiyah Palleko
- PPTQ Faliqul Irsyad Banggae
- PP Mahyajatul Qurra Lassang
- PP Al-Qamar Bajang
- PP Babussalam Galesong Utara
- PP Khaerunnisa Galesong
- PP Darul Aman Lengkese
- PP Jamal Rahma
Barisan pawai kian semarak dengan penampilan marching band SD Center Pattallassang, marching band Ponpes Modern Nurul Asafah, serta ditutup oleh atraksi marching band MTs Mannongkoki.
Usai mengibarkan bendera start, Bupati bersama unsur Forkopimda meninjau stan Pameran Pondok Pesantren yang memajang ragam produk kreatif santri, karya tulis ilmiah, seni kaligrafi, hingga produk kewirausahaan mandiri hasil binaan pesantren.
Festival ini diharapkan mampu memperkokoh peran pondok pesantren sebagai pusat pendidikan, syiar dakwah, dan pilar pemberdayaan ekonomi masyarakat di Kabupaten Takalar.(*)








