PANDUNEWS.co.id, Takalar – Menjelang penghujung Oktober 2026, wajah Kabupaten Takalar terus bersolek lewat deretan program strategis. Di bawah kepemimpinan Bupati Mohammad Firdaus Daeng Manye, M.M., arah pembangunan daerah kini tidak hanya menyasar infrastruktur fisik, tetapi juga pemerataan ekonomi, pendidikan, dan reformasi birokrasi.
Di sektor pertanian, Pemkab Takalar menggenjot jaringan irigasi tersier dan irigasi perpompaan (Irpon) demi mengamankan musim tanam serta meningkatkan produktivitas petani lokal.
Tak hanya itu, tiga kantor kecamatan baru saat ini tengah dikebut pengerjaannya, yakni Kantor Camat Laikang, Kepulauan Tanakeke, dan Polongbangkeng Timur (Poltim), disusul pembenahan sejumlah kantor lurah demi mendekatkan pelayanan ke masyarakat pesisir.
Kampung Nelayan Merah Putih dan Sekolah Rakyat
Sektor kelautan turut mendapat perhatian lewat pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang tersebar di Desa Topejawa (Marbo), Boddia, Bontokanang, dan Sampulungan untuk menata kawasan permukiman sekaligus mendongkrak ekonomi warga pesisir.
Di bidang SDM, Pemkab Takalar sukses menghadirkan Sekolah Rakyat Terintegrasi berkonsep asrama yang telah menampung 330 siswa dari keluarga kurang mampu sejak Juli 2026.
Langkah terobosan ekonomi juga ditunjukkan lewat peresmian gerai produk unggulan dan oleh-oleh khas Takalar di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Maros pada 5 Oktober 2026 lalu, yang memperluas jangkauan pasar UMKM lokal ke level nasional.
Penguatan Birokrasi Lewat Budaya 5S
Pembangunan fisik ini diimbangi dengan pembenahan tata kelola pemerintahan melalui doktrin Takalar Cepat (Cepat Berpikir, Cepat Bertindak, Cepat Hasilnya) serta penerapan budaya pelayanan 5S (Salam, Senyum, Sapa, Santun, Solusi).
“Takalar terus bergerak. Infrastruktur kita bangun, ekonomi masyarakat diperkuat, dan pelayanan publik terus dibenahi agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh warga,” tegas Daeng Manye.(*)










