PANDUNEWS.co.id, Takalar – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, melakukan kunjungan kerja langsung ke Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Timbuseng, Kecamatan Polongbangkeng Timur (Poltim), Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Selasa (2/10/2026).
Kunjungan kerja ini dirangkaikan dengan peresmian pengoperasian Dapur SPPG Wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) serta daerah dengan prevalensi stunting tinggi yang tersebar di 16 provinsi Indonesia Timur.
Dalam peninjauan tersebut, Sudaryono memantau langsung kesiapan infrastruktur pendukung program pemenuhan gizi nasional di Sulawesi Selatan, guna memastikan kualitas layanan serta keterandalan rantai pasok bahan pangan.
Fokus Peninjauan di Poltim
Dalam pemeriksaan lapangan di Desa Timbuseng, Kepala BGN memberi perhatian khusus pada tiga hal utama:
- Standar Higienitas dan Kelayakan Fasilitas: Memastikan peralatan dapur, area pengolahan, serta proses memasak memenuhi standar kebersihan yang ketat agar makanan terjamin aman dan higienis.
- Pemanfaatan Produk Lokal: Mendorong penggunaan komoditas hasil tani, ternak, dan perikanan dari masyarakat Takalar, sehingga program gizi nasional turut meningkatkan pendapatan warga lokal.
- Distribusi Tepat Waktu: Menyempurnakan alur logistik agar makanan dapat sampai ke sekolah-sekolah dan titik penyaluran tepat waktu dalam kondisi baik dan tetap hangat.
Sinergi Lintas Sektor Jamin Pasokan
Kepala BGN menegaskan bahwa keberlanjutan program gizi ini didukung penuh oleh kerja sama erat bersama Kementerian Pertanian. Koordinasi lintas sektor ini dilakukan untuk menjamin pasokan bahan baku inti — seperti beras, telur, sayuran, hingga daging — dapat terpenuhi secara mandiri di tingkat daerah tanpa hambatan logistik.
Dampak Positif Bagi Kabupaten Takalar
Kehadiran Dapur SPPG di Poltim disambut hangat oleh pemerintah daerah dan masyarakat setempat. Selain menjadi akselerator dalam mempercepat penurunan angka stunting dan masalah gizi, keberadaan dapur ini diproyeksikan menjadi penggerak ekonomi kerakyatan yang mampu mengangkat potensi sektor pertanian dan perikanan lokal di Takalar.(*)







