Peternak Takalar Mengeluh, Ratusan Hewan Ternak Terjangkit Penyakit PMK

oleh -10 Dilihat
oplus_0

TAKALAR,PANDUNEWS–Peternak Hewan dan Pedagang Pedaging keluhkan , Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) adalah penyakit infeksi virus yang menyerang hewan berkuku belah/genap. Penyakit ini juga dikenal sebagai Foot and Mouth Disease (FMD).

oplus_0

Penyakit ini memiliki tanda tanda, Demam, lesu ,Hilang nafsu makan, Air liur berbusa, Lepuh di mulut, lidah, gusi, hidung, dan Kuku terluka dan lepas, PMK dapat menyerang hewan ternak seperti sapi, kerbau, babi, kambing, dan domba. Penyakit ini juga dapat menyerang hewan liar seperti gajah dan rusa.

oplus_0

Penularan PMK, PMK sangat menular dan dapat menyebar dengan cepat, Virus PMK dapat bertahan lama di lingkungan
Virus PMK dapat bertahan hidup di tulang, kelenjar susu, dan produk susu, PMK tidak menular pada manusia, Pengobatan PMK:
PMK biasanya sembuh dengan sendirinya, Virus PMK dapat dimatikan dengan pemanasan air mendidih minimal 30 menit
Penanganan PMK, Pisahkan hewan ternak yang sakit dengan yang sehat, Semprot lingkungan menggunakan disinfektan
Bersihkan diri setelah memegang hewan ternak yang sakit.

oplus_0

Seperti di Lingkungan Palemba Kelurahan Pattallassang Kecamatan Pattallassang Kabupaten Takalar saat di kunjungi bersama Mas’Udin Daeng Pali Lurah Pattallassang di tempat pedangan Pedaging sapi Muhammad Daming Daeng Tobo Lingkungan Pelamba kelurahan Pattallassang kecamatan Pattallassang

Salah satu pedangan Pedaging sapi Muhammad Daming Daeng Tobo mengatakan bahwa ,”terkait adanya penyakit PMK tersebut kita tidak perlu panik, yang penting di lakungan penyuntikan yang rutin dan meminta pendampingan secara berkala di Dinas Peternakan, Insya Allah bisa sembuh dan tertangani yang baik.

”Seperti di lokasi saya, ada lebih 20 ekor sapi Pedaging, jadi kali kedua sapi dagangan saya terkena penyakit ini, pertama pada akhir tahun 2023 sekira bulan Desember 2023, dan baru terkena kembali sekitar bulan Desember 2024 kemarin tapi sudah sembuh semuanya, tapi saya membeli sendiri vitamin sama vaksin, baru berkoordinasi sama Orang Dinas peternakan untuk penyuntikan.

Sampai saat ini, penyakit PMK di Takalar, tidak mempengaruhi harga pasar dan membuat pedangan merugi, tapi kita tetap waspada dan secara rutin melakukan pemeriksaan , serta menjaga kebersihan kandang dan makanan yang sehat, tegas Daeng Tobo Pedagang Sapi

Peternak sapi di kelurahan Pallantikang Kecamatan Pattallassang, saat di kunjungi bersama lurah Pallantikang Asribuddin, menemui Peternak sapi yang terjangkit penyakit PMK di lingkungan Limbungan Kelurahan Pallantikang, dan mewawancara peternak

Salah satu peternak sapi Rahim Daeng Kawang di lingkungan Limbungan Kelurahan Pallantikang mengatakan bahwa,” sapi peliharaan saya sudah pernah kena penyakit ketiganya, pada bulan 12 kemarin 2024 kena dan ini sudah 8 kali di lakukan penyuntikan cari Dinas peternakan, tapi kami kena biaya Rp.50 ribu setiap satu kali suntikan di setiap per ekornya,

“Saat ini sudah baikan dan memiliki nafsu makan, sisah luka di bagian punggung, tidak lagi mengeluarkan air liur berlebihan, bisa di bilang sudah sembuh 90%, ungkap Daeng Kawang.

Terpisah pihak Peternakan Kabupaten Takalar, drh.Mira,saat di konfirmasi terkait tingginya penyakit PMK di Kabupaten Takalar memaparkan bahwa,”Sesuai dari hasil dan penelitian para dokter Hewan, penyakit ini di akibatkan dari Cuaca yang ekstrem (Curah Hujan yang Tinggi dan terus menerus)

,”Untuk saat ini, Ratusan Hewan ternak terkena, Jumlah Obat dan vitamin yang sudah menipis, serta Ternak yang sudah divaksin bisa terkena lagi PMK sehingga menurun keinginan peternak untuk vaksinasi

Kurangnya Jumlah Medis dan paramedis (Vaksinator) perlu ditambah, serta Sistem Pemeliharaan yang semi ekstensif dan ekstensif sehingga mempercepat penularan, juga Belum tersedia operasional untuk pengobatan dan vaksinasi bagi petugas, Tutup drh.Mira.

Di hubungi awak media PJ Bupati Takalar, Dr.H.Muhammad Hasbi, mengatakan bahwa,”sudah saya panggil kadisnya kemarin untuk segera buat surat untuk dapat didukung dari dana BTT.dan berkoordinasi dengan pemprov Sulsel dan dinas peternakan provinsi sulsel, tulisnya.Jaya)