Lampaui Target, Realisasi PNBP Imigrasi Makassar Capai Rp40 Miliar

oleh -17 Dilihat

MAKASSAR,PANDUNEWS – Sejumlah kabar gembira dipaparkan para pemangku kepentingan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Makassar pada acara Coffee Morning dengan insan pers se-Kota Makassar di Mauki Kafe, Jumat, 8 Agustus 2025. Kegiatan santai tapi serius ini menjadi wujud komitmen Imigrasi Makassar dalam memperkuat sinergitas dengan media lokal maupun nasional.

Kabar gembira itu diantaranya adalah keberhasilan Kantor Imigrasi Makassar mencatat Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Rp40.990.818.000 hingga awal Agustus 2025.

Menurut Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Makassar, Abdi Widodo Subagio, capaian yang diperolehnya ini sudah jauh melampaui target yang ditetapkan yakni Rp30.023.890.204 atau teralisasi sebesar 135.5 persen dari target. Salah satu penyumbang terbesar PNBP ini dari penerbitan paspor.

Selamat Hari Jadi Takalar Ke-66

Selamat Hari Jadi Takalar Ke-66

“Sampai bulan Agustus ini, kita sudah menerbitkan 45.209 paspor,” beber Abdi Widodo.

Puluhan ribu paspor tersebut berbentuk elektronik. Ini sesuai dengan kebijakan Direktorat Jendral Imigrasi, bahwa sejak 01 Desember 2024, Kantor Imigrasi Makassar tidak lagi menerbitkan paspor non-elektronik.

“Ada pertanyaan, kenapa (Imigrasi) Parepare dan Palopo masih menerbitkan paspor elektronik, karena ini ada disparitas biaya PNBP,” sambung Abdi Widodo.

Menurut Abdi Widodo, 45.209 paspor tersebut sebagian besar berasal dari permohonan ibadah haji dan umrah.

Dalam coffee morning yang turut dihadiri Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi Sulsel, Fierce Sumolang itu, Abdi juga memaparkan capaian kinerja lain selama Semester I 2025. Seperti pelayanan Warga Negara Asing (WNA) sebanyak 815 penerbitan izin.

Kemudian pemberian tindakan administratif keimigrasian sebanyak 30. Perlintasan TPI Warga Negara Indonesia sebanyak 191.333 kali dan Perlintasan TPI Warga Negara Asing sebanyak 22.311 kali.

Selain itu, ia juga memaparkan rencana strategi yang saat ini dilaksanakan. Seperti Autogate pada tempat pemeriksaan Imigrasi Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar hingga pembentukan dua Kantor Imigrasi baru, masing-masing di Kabupaten Bone dan Bantaeng..(*)